Obot Menghilangkan Sombong
Hikmah ini aku alami tepatnya hari selasa 19 Desember 2006. Ceritanya begini :
Sore itu sekitar pukul 16.30 wib aku melaksanakan perjalanan ke Kampus STMIK Kharisma setelah selesai melakukan aktvitas rutin di sekolahan cikampek. Dengan kendaran motor setiaku bebek kharisma ku pacu menyusuri jalan kampong kea rah pawarengan, dan baru berjalan sekitar 1 Km langit nampak gelap dan mendadak seketika hujan turun dengan derasnya. segera saja motor aku belokkan ke kanan memasuki areal parkir masjid besar di kawasan pawarengan cikampek. Segera aku turun dan bergegas memasuki masjid untuk berteduh. Nampak di masjid itu seorang anak muda hampir sebaya dengan ku tetapi beliau lebih muda 6 tahun dari ku, tepatnya umurnya 26 tahun, dari penampilannya sangat sederhana, menggunakan kaos tanpa kerah dan menggunakan topi. Ini lah awal pembicaraan dimulai.
“maaf pak, ikut berteduh” sapa ku sambil memasuki teras masjid.kebetulan orang tersebut sedang membersihkan teras mesjid. Rupanya ia seorang petugas mesjid.
“oh…silahkan” jawabnya pendek “bapak mau kemana ?”tanyanya.sementara diluar hujan sudah sangat deras dengan diiringi petir yang menggelegar saling bersahutan
“saya kebetulan baru pulang dari sekolahan, mau terus ke karawang, kalo Tinggal sih di Telagasari” jawabku sambil menyimpan tas dan helm, lalu aku duduk diteras sambil terus memperhatikannya aktivitasnya. Dari awal pembicaraan ini kami pun berkenalan, dia bernama Wahyudi. sambil mengobrol Pak Wahyudi membersihkan teras dengan menyikatnya hingga bersih. Pembicaraan kami diiringi dengan sebuah radio lengkap dengan lampu emergency, dan gelombang radio yang di setelnya adalah sebuah radio FM yaitu ADS 106,5 MHz.
“ADS sampai ke karawang nggak,ya..? Tanya nya mengejar ingin tahu.
”Oh…sampai pak, kalo sepengetahuan saya radio cikampek yang sampai ke karawang itu Cuma ada dua, yaitu ADS dan radio Lazuar” jawab ku sok tahu. Tapi memang hasil survey ku dari beberapa radio yang pernah ku kunjungi dengan mahasiswa sebagai tugas pada matakuliah Pengantar Telekomunikasi, bahwa ke dua radio tersebut mempunyai exciter (pesawat pemancar) import dengan kekuatan daya pancar bisa mencapai 1500 watt. Lalu aku bertanya penasaran ”memangnya kenapa pak ?”
”Agak kurang yakin juga sih….sampai apa nggak ya …ke karawang…..” jawabnya malah menimbulkan penasaran ku lagi. ”saya memang senang memantau ADS karena suka mengisi salah satu acaranya setiap pagi pukul 5” jawabnya lebih lanjut. Aku mulai penasaran dan coba menerka-nerka sendiri. Dan……. betul ! memang ternyata bapak ini adalah seorang ustadz pengisi rutin acara kuliah subuh di radio ADS tepatnya sejak 1 bulan yang lalu. Subhanallah…. seorang penjaga mesjid, tukang bersih-bersih teras mesjid…ternyata seorang ustadz malah ia menjadi imam bagi para makmum saat kami melaksanakan shalat magrib berjamaah.
Dari suaranya yang serak-serak basah mengingatkan aku pada ustadz muda kondang Muhamad Ilham Arifin. Aku pun mendoakannya agar jadi ustadz kondang seperti ustadz-ustadz lainnya bahkan bisa sekaliber Aa Gym. Aku pun mensupportnya bahwa Dai-dai kondang tersebut bisa populer juga karena diawali dari sebuah radio.
Al Baqarah ayat 269.
“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”
Obrolan kami semakin asyik saja dan bahkan kami semakin akrab seolah sudah kenal begitu lama. Kami tidak menghiraukan hujan yang semakin deras dengan diiringi petir yang menggelegar. Bahkan obrolan kami beragam mendiskusikan seputar Narkoba, Poligami, jenjang pendidikan S1 S2 S3 bahkan sampai profesor, tidak lupa juga seputar partai islam. Tidak ada dari kami berdua untuk saling menggurui. Beliau sangat menghargai tamunya (dalam hal ini saya). Tidak ada sepotong ayat pun yang keluar dalam pembicaraan ini. Sehingga kami pun bicara lepas seolah tanpa beban.
Al Mujaadilah ayat 11.
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Tidak terasa waktu sudah menjelang magrib, dan obrolan pun kami akhiri. Sang Ustadz segera memasuki ke rumahnya yang berada di kompleks mesjid tersebut, tidak berapa lama beliau kembali dengan menggunakan sorban maka nampaklah kharismatiknya, kemudai beliau memimpin imam shalat magrib.
Selesai shalat magrib aku pun berpamitan, ku pacu motor ku menelusuri kegelapan malam menuju pulang ke rumah. Selama perjalanan aku takjub dengan ustadz muda ini. Besok subuh pun kuniatkan untuk mendengarkan ceramahnya di radio ADS FM 106.5 pukul 5 pagi.
Hikmah dari obrolan ini adalah jika telah dan akan menjadi orang penting dan terkenal maka jangan segan-segan untuk melakukan pekerjaan yang dianggap rendah seperti membersihkan kamar mandi sekalipun, karena bentuk kegiatan ini diyakini pak ustadz sebagai terapi dari obat sombong. Subhanallah……amin…
Karawang, 20 desember 2006
tulisan ini dimuat juga di Harian Online Kabar Indonesia http://www.kabarindonesia.com/























Maret 6, 2009 at 12:59 pm
jaman sekarang banyak para pengerti “nyuput dinu caang mas…’
—————————
Kangdarma menjawab : …..waaahhh…. ditempat Terang aja tdk kelihatan ya…? gimana di tempat gelap ya….?